Pengalaman berangkat ke Jepang dengan transit di bandara Changi Singapura

Berangkat dari Bandara Sukarno Hatta

Posting ini merupakan pengalaman saya ketika pertama kali pergi Ke Jepang. Sabtu tanggal 21 september 2013 kami berangkat ke Jepang dengan menaiki Singapore Airlines  dari bandara Sukarno Hatta. Saya berangkat bersama kakak dan ayah saya. Sampai di bandara Sukarno Hatta, barang bawaan kami diperiksa melalui pemeriksaan X-ray. Sedangkan kami juga diperiksa dengan melewati Walk Through Metal Detector setelah sebelumnya harus melepas jaket dan jam tangan serta ponsel yang dibawa di saku. Setelah itu kami mencari area Check in Singapore Airlines di bandara Sukarno Hatta untuk Check in. Di  Check IN Counter Singapore Airlines di bandara, kami menyerahkan barang bawaan kami yang akan ditaruh di bagasi. Barang bawaan yang ditaruh di bagasi merupakan barang bawaan tas travel yang berat berisi makanan dan pakaian. Barang bawaan untuk bagasi hanya boleh seberat 20 kg per orang. Sedangkan tas kecil boleh dibawa ke kabin pesawat.  Untuk paspor dan identitas kita taruh di tas kecil dan harus selalu dibawa. Setelah proses di Check in Counter kita akan menerima Boarding Pass berbentuk selembar kartu.

Setelah check in, kami menuju pemeriksaan Imigrasi dengan menyerahkan paspor untuk distempel petugas. Dari situ kami langsung menuju pintu gate atau pintu keberangkatan penerbangan yang tertera di boarding pass. Sebelum ruang boarding kami diperiksa kembali melewati security check lagi dengan X-ray dan detektor logam. Kali ini kami harus melepaskan sepatu dan jaket untuk diperiksa di X-ray.  Tas, jam, sepatu dan ponsel dimasukan ke nampan khusus untuk diperiksa mesin Xray. Karena tidak ada masalah kami boleh melanjutkan untuk masuk ke ruangan boarding menunggu pesawat kami. Sambil menunggu pesawat tiba, kami shalat Ashar terlebih dahulu di ruangan boarding Bandara Sukarno Hatta. Di ruangan boarding ini memang ada ruangan khusus untuk shalat.

Kami berangkat dari Jakarta dengan pesawat jam 5 sore. Pesawat Singapore Airlines yang kami naiki tidak langsung menuju ke Jepang melainkan kami harus transit dulu di Singapura. Hanya dalam waktu kurang 2 jam saja pesawat sudah mendarat di Singapura dari Jakarta. Cukup cepat juga. Pantas saja banyak orang Indonesia yang berwisata ke Singapura karena hanya butuh waktu sebentar saja ke singapura dengan pesawat.


Pengalaman transit di Bandara Changi Singapura

Pesawat mendarat di Singapura jam setengah delapan waktu Singapura. Kami mendarat di terminal 1 bandara Changi Singapura. Dan pesawat berikut yang harus kami naiki ada di terminal 3 yang berangkat jam 21.30 waktu Singapura. Untungnya di Singapura ada Skytrain semacam kereta monorail untuk menuju terminal 3 yang bisa kami naiki secara gratis. Jadi sempat juga kami melihat pemandangan Singapura walau hanya dari bandara saja. Bandara Changi Singapura cukup besar dan mewah dengan lantai yang diselimuti karpet.


Di bandara Changi kami lihat banyak orang Indonesia juga. Sepertinya memang orang Indonesia sering berwisata ke Singapura. Ada juga yang sekedar transit seperti kami. Bandara Changi Singapura sangat luas. Bandaranya dilengkapi dengan banyak toilet dan tempat makan. Ada juga tempat berdoa atau prayer room yang bisa kita gunakan sebagai tempat Shalat di Bandara Changi Singapura.
Di bandara Changi juga ada taman buatan lengkap dengan kolam ikan. Untuk makan ada beberapa restoran di dalam bandara Changi. Ada restoran nasi lemak dan bahkan restoran siap saji mc Donalds juga ada di bandara ini. Ada juga toko-toko souvenir. Di dekat kursi tempat tunggu juga disediakan kursi pijat gratis. Lumayan kalau kita pegal-pegal bisa mencoba kursi pijat ini. Ada juga internet gratis yang bisa diakses melalui komputer yang disediakan di beberapa tempat. Sayangnya internet gratisnya hanya boleh dipakai tiap orang 15 menit saja.


Sampai di terminal 3, Kami segera menuju ruangan boarding untuk menunggu pesawat kami ke Jepang. Sebelum ke ruangan boarding kami diperiksa dulu oleh petugas. Tas kecil yang kami bawa harus masuk ke x-ray. Kita juga harus menunjukkan paspor dan boarding pass kita. Kami juga harus melewati semacam detector logam. Ruang tunggu boarding di bandara Changi cukup luas dan juga lantainya dilapisi karpet. Ruang boarding juga dilengkapi toilet yang bersih. Sebelum terbang sebaiknya buang air kecil dulu di toilet ini karena penerbangan nanti akan lama. Di pesawat memang ada toilet juga namun tidak senyaman di toilet biasa. Setelah menunggu, akhirnya Jam 21.30 waktu Singapura kami kembali naik pesawat Singapore Airlines yang menuju Jepang.


 Terbang dari Bandara Changi Singapura ke Bandara Haneda Jepang

Penerbangan dari Singapura ke Jepang cukup lama sekitar 7 jam. Untungnya di pesawat kami mendapat makanan jadi tidak perlu takut kelaparan. Ketika memesan tiket pesawat sebelumnya kami sudah memesan makanan khusus muslim meal yaitu makanan halal untuk muslim. Kami mendapat dua kali makan di pesawat ini dan makanannya lumayan enak. Kami juga diberi makanan kecil dan es krim magnum. Kami juga boleh minta minuman dengan banyak pilihan. Mau air putih, teh, kopi, minuman soda, Juss buah atau bahkan wine. Tapi karena wine haram bagi kami kami hanya minta minuman yang lain.


Berada di pesawat berjam-jam tentu membosankan. Untuk menghilangkan bosan kita bisa menonton film yang disediakan maskapai di pesawat. Pada tiap kursi di pesawat Singapore Airlines ada layar tv kecil. Ada banyak pilihan film Hollywood atau film Asia yang bisa ditonton.  Pelayanan yang cukup baik dari Singapore Airlines padahal kami ada di kelas ekonomi. Terbang dengan waktu 7 jam membuat kami pegal, dan lelah. Tapi kami tentunya harus bersabar.  Karena di pesawat sudah ada waktu subuh tapi kami belum mendarat maka kami melakukan shalat Shubuh sambil duduk di pesawat. Wudhunya dengan tayamum saja. O.iya sebelum mendarat di Jepang, kami diberikan lembar kertas berisi form isian oleh pramugari di pesawat untuk diserahkan ke petugas imigrasi. Isiannya berupa data kita dan pertanyaan berapa lama kita di Jepang dan beberapa data lainnya.

Minggu 22 September 2013 Jam 5.30 waktu Jepang akhirnya kami mendarat di bandara Haneda Jepang. Setelah keluar pesawat kami menuju pemeriksaan imigrasi bandara. Kami memberikan paspor dan form isian tadi yang diisi di pesawat. Pertanyaannya tujuan ke Jepang dan juga jumlah uang yang kita bawa sebagai bekal selama berada di Jepang. Untungnya kami bisa berbahasa Inggris walau sedikit saja.  Setelah itu ada pemeriksaan wajah. Kita harus memandang alat tertentu semacam kamera sambil jari telunjuk kita ditempelkan di alat deteksi jari. Setelah selesai pemeriksaan, paspor kita distempel dan dikembalikan ke kita. Keluar dari pemeriksaan imigrasi, kita harus mengantri untuk mengambil tas bagasi kita yang sebelumnya kita serahkan di bandara Sukarno Hatta.


Setelah mengambil tas, kami menunggu adik saya yang memang sudah lama tinggal di Jepang untuk menjemput. Akhirnya tidak beberapa lama adik saya datang. Kemudian dia mengantar kita ke stasiun monorel kereta Jepang untuk menuju ke penginapan berupa apartemen yang sudah dipesan sebelumnya. Bandara Haneda Jepang ini sudah terhubung dengan stasiun monorel sehingga memudahkan untuk transportasi. 

Itu pengalaman kami berangkat ke Jepang.. Untuk pengalaman di Jepang lainnya tunggu posting berikutnya...

Pengalaman persiapan untuk pergi ke luar negeri, membuat paspor dan Visa

Sabtu kemarin 21 September 2013 kami sekeluarga berangkat ke Jepang untuk berkunjung ke wisuda adik saya yang baru lulus S2 di Universitas tokyo. O.. iya sebelum kami berangkat ke Jepang jauh sebelumnya kami sudah melengkapi dokumen seperti paspor, tiket pesawat dan visa Jepang.

Pengalaman membuat Paspor

Dokumen pertama yang kami siapkan untuk berpergian ke luar negeri tentunya adalah paspor. Untuk membuat pasport sekarang ini lebih mudah dan bisa dilakukan tanpa calo. Tiga bulan sebelum berangkat saya harus sudah membuat paspor jadi jangan membuat paspor secara mendadak. Ini pertama kalinya saya membuat paspor. Saat itu saya membuat paspor di imigrasi Jakarta Selatan. Persyaratan untuk membuat paspor yaitu membawa dokumen asli dan fotokopi KTP, kartu keluarga, akte kelahiran, dan Ijazah terakhir (kebetulan saya S1 jadi bawa ijazah S1 saya). Semuanya di fotokopi. Khusus fotokopi KTP harus dalam kertas A4 jangan dipotong seukuran KTP. 

Hari pertama membuat paspor saya datang ke imigrasi Jakarta Selatan dengan menaiki motor. Karena kita tahu Jakarta sangat macet terutama pagi hari. Usahakan datang pagi hari. Jam 7 pagi saya sudah sampai di kantor Imigrasi dan langsung ke tempat pengambilan formulir dan nomor antrian. Petugas akan memeriksa dokumen kita dan memberikan formulir dan nomor antrian. Petugas memberikan formulir beserta map dengan gratis tanpa biaya. Isi formulir sebelum nomor kita dipanggil karena akan menghambat antrian jika nomor kita sudah dipanggil tapi kitanya belum siap. Antriannya memang lama karena banyak yang mengajukan paspor. Setelah nomor dipanggil kita menyerahkan semua berkas di loket.. Hanya Fotokopian KTP,KK, akte kelahiran, ijasah dan formulir saja yang diambil petugas. Yang asli tidak diambil, hanya dicek saja. Setelah itu kita diberikan tanda terima bukti penyerahan dan disuruh datang 3 hari kemudian untuk pembayaran dan foto serta wawancara.

Hari kedua. Tiga hari kemudian kita kembali minta nomor antrian dengan menunjukkan tanda terima bukti penyerahan berkas di hari pertama ke petugas di pengambilan nomor antrian. Hari kedua ini kita harus memakai pakaian yang rapi karena akan difoto. O..iya dokumen asli seperti KTP, KK akte kelahiran dan ijasah dibawa juga karena akan diperiksa saat wawancara. Setelah menunggu 2 jam-an waktu itu saya langsung dipanggil ke loket pembayaran. Waktu itu saya membayar sekitar 255 ribu. Setelah selesai membayar kita disuruh menuju ke ruang foto dan disitu kita tunggu lagi sampai nomor kita dipanggil. Setelah menunggu sebentar saya dipanggil untuk foto. Di ruang foto kita diambil foto wajah dan sidik jari. Setelah difoto kita kemudian menunggu untuk wawancara.  Setelah dipanggil kita diwawancara untuk ditanyakan tujuan pembuatan paspor oleh petugas.   Waktu itu saya ditanyakan (seingat saya karena udah 3 bulan yg lalu) apa pernah membuat paspor sebelumnya. Saya jawab belum. Tujuan membuat paspor jawab saja untuk jalan-jalan. Kemudian dia menanyakan pekerjaan saya. Saya bilang wiraswasta karena memang wiraswasta kerja sendiri di rumah. Jawab saja yang jujur.  Nah karena saya wiraswasta kemudian saya disuruh untuk membuat pernyataan bekerja sebagai wiraswasta. Surat pernyataannya bisa dibeli di koperasi lengkap dengan meterai. Waktu itu seingat saya harga nya cuma 7000 saja. Saya isi dan tandatangan Terus saya kembali ke ruang wawancara menyerahkan surat pernyataan pekerjaan wiraswasta. Setelah itu petugas langsung memberikan tanda terima lagi untuk pengambilan paspor 4 hari kemudian.

Hari ketiga, 4 hari kemudian saya antri lagi untuk ambil paspor. Kali ini tidak perlu ke tempat pengambilan nomor antrian. Cukup masukkan tanda terima bukti untuk pengambilan paspor ke kotak tumpukkan di depan loket pengambilan paspor. Tunggu nama kita dipanggil dan setelah menerima paspor kita disuruh untuk fotokopi paspor tersebut. Fotokopi paspor bisa di koperasi imigrasi. Tukang fotokopi di koperasi imigrasi tentunya sudah tahu apa dan bagian mana yang harus difotokopy jadi kitanya tidak perlu menjelaskan lagi. Setelah itu, kita serahkan fotocopy tadi ke tempat kita menerima paspor tadi. Jadi kita hanya 3 kali datang ke kantor Imigrasi Jaksel dan cuma keluar duit 255 ribu + uang fotocopian + ongkos makan dll. Tugas membuat paspor sudah selesai.

Pemesanan tiket Pesawat

Untuk berhemat tentunya kita cari tiket pesawat yang murah tapi pelayanannya baik karena perjalanannya sangat jauh. Waktu itu kita memutuskan untuk membeli tiket di Singapore Airline (www.singaporeair.com) dengan harga USD 650 per orang. Tiket ini tidak langsung ke Jepang tapi harus transit dulu di Singapura. Tapi enggak kenapa karena pesawat yang langsung ke Jepang seperti Garuda, ANA atau JAL jatuhnya lebih mahal.

Membuat Visa di kedutaan Jepang
Untuk membuat Visa Jepang kita biasa baca persyaratan dan download formulir di http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html. Untuk membuat Visa kita tidak perlu datang sendiri dan bisa diwakilkan. Waktu itu kakak saya yang mengurus visanya ke kedutaan Jepang. Dokumen yang disiapkan adalah
- Formulir pengajuan Visa yang didownload dari  http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html.
- Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm)
- Foto kopi KTP
- Bukti pemesanan tiket. Tiket pesawat harus sudah dipesan sebelum mengajukan Visa Jepang.
- Jadwal Perjalanan.. Jadwal kegiatan kita nanti di Jepang rencananya mau ngapain aja.. Misal ke Disneyland etc..
- Dokumen yang membuktikan hubungan keluarga antara pemohon dengan pengundang. Waktu itu saya sertakan fotocopy akte kelahiran dan kartu keluarga.
- Fotokopi buku tabungan 3 bulan terakhir. Usahakan isi tabungan ada 15 juta atau lebih.
- Surat Undangan. (surat undangan contohnya bisa didownload situs kedubes jepang) Ini khusus jika kita berkunjung ke saudara atau teman yang ada di Jepang. Mereka bisa mengirim surat undangan ke kita untuk persyaratan pembuatan Visa.
- Paspor asli untuk ditempel visa
- Biaya pembuatan Visa Rp 350,000,-

Setelah semua berkas diserahkan hanya dalam 2-3 hari Visa Jepang sudah ditempel di halaman paspor kita.

Persiapan sebelum berangkat


Tentunya persiapan sebelum berangkat adalah fisik karena tentunya udara disana sangat berbeda dengan di Indonesia. Jika disana sedang musim dingin kita juga harus menyiapkan baju hangat. Disamping pakaian kita juga harus menyiapkan makanan karena kita tahu makanan di Jepang sangat mahal. Kebetulan penginapan kita nanti ada dapurnya jadi kita bisa masak sendiri. Makanan yang paling mudah yaitu mie Instant. Karena bawaan kita dibatasi tiap orang hanya 20 kg maka bawa saja yang diperlukan. Jangan lupa kita bawa tas kecil untuk tempat paspor dan uang. Sebelum berangkat kita bisa beli mata uang asing di money changer.

Ya itu pengalaman persiapan saya sebelum keluar negeri. 

Makanan jajanan Indonesia yang murah

Sudah lama enggak update ya he he.. Kali ini saya ingin menulis tentang jajanan yang sering saya beli di jalanan Jakarta. Makanan jalanan tentunya tidak kalah enak dengan makanan dari restoran yang mahal. Fotonya memakai  kamera dari HP sony ericsson w910i jadi maklum aja ya kalo rada buram.

Berikut makanan jajanan enak yang jadi kesukaan saya:

1. Bakso

 

Bakso urat dan mie kuning memang enak apalagi ditambah sambal yang pedes. Saya rasa bakso ini makanan Indonesia yang banyak disukai orang, soalnya dimana-mana ada bakso.

2. Bakwan malang


Bakwan malang ada baksonya juga cuma ada tambahan  siomay dan pangsit. Kalau bakwan Malang yang lewat di depan rumah saya biasanya juga ada tambahan risol gorengnya. Rasanya enak.

3. Mie Ayam


Kalau lagi males makan nasi, enaknya beli mie ayam. Enak dan bikin kenyang. Ada daging ayamnya yang dicacah dan juga krupuk pangsit serta sawi.

4. Ketoprak

Ketoprak obat laper yang enak dan sehat. Isinya campuran tahu, ketupat, dan toge yang ditaburi bumbu kacang.

5. Nasi goreng

Makan nasi goreng enaknya malem-malem. Bisa pilih mau nasi goreng ati, ayam, daging atau hanya telor aja.. Biasanya sih saya pilih nasi goreng campur ati ampela. Nasi goreng enggak lengkap tanpa krupuk dan acar.. Awas acarnya ada cabe rawitnya tapi enak buat yang doyan pedes.

6. Sate ayam

Sate ayam juga seringnya ada malam-malam. Bahkan kadang hampir tengah malam pedagang sate masih ada. Sate ayam enak dengan campuran bumbu kacang. Bisa dimakan pakai nasi atau pakai lontong.

7. Tahu Isi


Jajan gorengan seperti tahu isi kalau ingin makan tapi enggak pengen kenyang.. Tapi kalo makan tahu isinya banyak ya kenyang juga ya he he..

8. Es buah 


Jajanan enggak enak kalo enggak ada minumnya.. Es buah bisa bikin seger deh.. Isinya bisa macem-macem. Biasanya isi alpukat, melon, anggur, apel dsb.

Ada lagi makanan yang saya suka selain itu yaitu siomay, martabak telur dan pempek. Cuma sayang belum sempet saya foto.

Jajan emang enak kalau kita malas makan nasi di rumah tapi kalo enggak ada jajanan yang lewat atau kitanya juga males keluar maka alternatif lain ya itu masak sendiri. Masak yang gampang yaitu masak mie Instant.. Mie Instan campur baso + krupuk terus tambah kecap dan saos.. Wah enak banget deh..

Ada lagi makanan kesukaan saya yaitu gurame goreng. Cuma ini masaknya harus hati-hati walau cuma goreng doang.. Soalnya kelamaan dikit bisa hangus.


Yah itu makanan kesukaan saya.. Nulis ini jadi laper :D

Berwisata ke Cagar alam pengandaran

Wisata Pengandaran selain wisata pantai kita bisa mengunjungi Cagar alam Pengandaran. Kawasan Cagar Alam Pananjung merupakan kawasan konservasi flora dan fauna yang menurut informasi luasnya mencapai 530 hektar. Untuk masuk ke kawasan cagar alam akan dikenai tiket seharga Rp.7.000,- saja.



Ketika masuk kita akan melihat banyak pohon-pohon besar di cagar alam itu. Ketika kami disana kami juga langsung disambut monyet-monyet yang bergerombol. Monyetnya memang agak liar dan kalau melihat pengunjung membawa sesuatu kadang monyet langsung menyerang. Waktu itu kami melihat ibu-ibu yang berteriak ketakutan karena tasnya mau direbut monyet.  Untunglah ada petugas yang mengusir monyet tersebut. Buat jaga-jaga kami memegang batang kayu kecil untuk menakut-nakuti monyet-monyet tersebut supaya jangan mendekat. Kita harus berhati-hati ketika mengeluarkan makanan atau minuman karena monyet-monyet tersebut akan langsung datang mencoba merebutnya. Saya melihat beberapa monyet minum dari minuman ringan yang direbut dari pengunjung kawasan wisata tersebut.




Pada Kawasan cagar alam Pengandaran memang ada beberapa jenis hewan yang terdapat di tempat itu. Kami melihat beberapa rusa yang berkeliaran bebas di tempat itu. Rusa-rusa itu ada yang tidak takut untuk didekati karena mungkin memang sudah terbiasa melihat pengunjung manusia. Hewan yang paling banyak terdapat di cagar alam itu adalah monyet. Di atas pohon yang tinggi kami melihat beberapa kera hitam sejenis lutung yang bergantungan di atas pohon. Sayangnya Lutung ini sangat sukar untuk didekati. Kami juga melihat berbagai jenis burung yang kami sulit mengenali jenisnya. Sebenarnya di tempat tersebut ada juga banteng namun kami tidak sempat melihatnya karena harus ke tempat peninjauan Banteng.



Disamping pohon dan hewan di kawasan cagar alam ini kami juga melihat beberapa gua alam dan gua buatan seperti Gua Panggung, Gua Parat, Gua Lanang, Gua Sumur Mudal, dan gua-gua peninggalan Jepang. Menurut tulisan di depan gua Jepang disebutkan Gua Jepang dibuat selama periode perang dunia kedua (1941-1945) dengan menggunakan kerja paksa. Gua ini dibuat di bawah bukit kapur dengan dinding batu karang. Disitu juga ada gua Parat yang pernah dipakai sebagai tempat untuk bersemedi Pangeran dari Mesir.



Masih di dalam Cagar alam Pegandaran, kita juga dapat melihat situs kuno yaitu situs Batu Kalde. Situs Batu Kalde atau Sapi gumarang dibangun pada masa Kerajaan Pananjung. Disebut Batu Kalde karena arca sapi yang berukuran mirip ukuran Kijang yang dalam bahasa sunda disebut Kalde.



Cagar alam Pengandaran juga terdapat pantai pasir putih yang indah. Disitu juga ada tempat penyewaan  snorkeling jika ingin melihat pemandangan bawah laut yang memang airnya jernih itu. Cuma sayang waktu kami tiba disana waktu sudah tengah hari dan kami sudah lelah berjalan kaki keliling cagar alam jadi kami hanya melihat sebentar saja disana.



Setelah selesai menikmati pemandangan cagar alam, kami shalat Dzuhur sebentar di musholla kecil yang ada di luar gerbang cagar alam. Setelah itu kami pulang ke rumah saudara saya di Cikembulan yang masih dekat wilayah pengandaran. Esoknya kami kembali ke Jakarta. Wisata ke Pengandaran merupakan pengalaman yang menyenangkan. Mudah-mudahan kami bisa kembali lagi ke Pengandaran ini.

Naik bus umum ke Pengandaran

Transportasi ke pengandaran dari Jakarta bisa menggunakan bus umum. Kali ini kami mencoba untuk menggunakan bus umum dari Jakarta ke Pengandaran. Untuk ke Pengandaran sebenarnya bisa langsung dari Jakarta tepatnya dari Kampung Rambutan tapi atas rekomendasi teman-teman lain akhirnya kami memilih untuk naik bus dari Terminal Bekasi. Dari Jakarta ke Terminal Bekasi Timur tentu tidak terlalu jauh, kita bisa pilih banyak angkutan yang menuju Bekasi. Ada Mayasari Bakti kalau dari Slipi atau naik Bis Agro Mas kalo dari daerah Veteran.

Setelah sampai terminal Bekasi, kita langsung saja naik Bus Budiman yang menuju ke Pengandaran. Sebaiknya pilih bus yang AC. Bus Budiman AC lebih mahal dari yang non AC. Harga tiket Bus Budiman dari Bekasi ke Pengandaran sekitar 63 ribu rupiah. Kalau bus yang non AC sekitar 55 ribu rupiah. Bis yang AC bis nya nyaman dan bagus serta supir dan kondekturnya juga ramah. Mungkin itu kenapa bis nya dinamakan bus Budiman kali ya :). Sayangnya walaupun bus AC tetap saja masih ada pedagang asongan leluasa masuk ke bus walau tidak banyak.

Bus Budiman ke Pengandaran dari Bekasi waktu itu berangkat jam 9 pagi. Bus beberapa kali berhenti untuk menarik penumpang tapi tidak lama ngetemnya. Sampai di Garut bus beristirahat sebentar untuk mengizinkan penumpangnya istirahat dan Shalat. Waktu itu kami menjamak shalat Dzuhur dengan Ashar. Bus ini juga melewati Ciamis dan Banjar. Jadi kalau mau ke Ciamis atau Banjar bisa juga menggunakan bus ini. Setelah kira-kira 8 jam sampai juga kami di Pengandaran. Cukup lama juga sih namun perjalanan menggunakan bus ke Pengandaran tentu lebih hemat  daripada menyewa mobil. Dengan bis ini kita bisa turun langsung di pintu gerbang Pantai Pengandaran. Dari situ kita bisa mencari penginapan yang murah. O iya kalau mau pulang lagi dengan bus Budiman jangan lupa untuk menunggu di terminal Pengandaran waktunya pagi dari jam 7 sampai 9.. Atau kalau mau pulang malam bis terakhir yang dari Pengandaran ke Bekasi bisa ditunggu sampai jam 9 malam.

Wisata ke Green Canyon - Pangandaran

Green Canyon merupakan tempat wisata yang terdapat di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Jawa Barat. Nama Green Canyon ini diperkenalkan oleh seorang wisatawan Perancis pada tahun 1993. Nama Asli dari Green Canyon sebenarnya adalah Cukang Taneuh yang berarti jembatan tanah. Nama tempat itu sekarang lebih dikenal dengan nama Green Canyon dibanding nama aslinya. Tanggal 24 Maret 2012 kami melakukan wisata ke Green Canyon. Sebelum ke Green Canyon kami singgah dulu ke Ciamis untuk menginap di rumah saudara. Untuk menuju ke Green Canyon dari Ciamis kira-kira memakan waktu kurang lebih 3 jam. Green Canyon dekat dengan wisata Pengandaran. Untuk sampai di Green Canyon kita harus melewati Pangandaran. Dari Pengandaran ke Green Canyon jaraknya kurang lebih 30 km. Kira-kira 1 jam perjalanan.
Mendekati kawasan Green Canyon kami terjebak macet. Rupanya bukan kami saja yang ingin masuk ke tempat wisata itu. Buat yang membawa mobil atau berangkat dengan bus tidak perlu khawatir karena disediakan tempat parkir, walaupun tidak begitu luas. Di sekitar tempat parkir ini juga bisa ditemukan Musalla, warung makan, dan WC.


Untuk berwisata di Green Canyon ini kita harus membeli tiket untuk menyewa perahu kecil yang disebut "ketinting". Tiket bisa dibeli di loket dengan harga Rp. 75.000,- per perahu. Satu perahu bisa dinaiki hanya 6 orang saja ditambah 2 orang penjaga perahu. Sayangnya waktu kesana kita kehabisan tiket. Begitu banyaknya wisatawan yang berminat ke Green Canyon membuat tiket habis. Untung saja ada ibu yang berbaik hati dan kelebihan tiket, kami bisa membeli darinya dengan harga sama Rp.75.000,-.. thanks ya bu.. Di tiket itu ada nomor antriannya. Kami kebagian nomor 385. Daripada lama menunggu kami shalat dzuhur dan makan siang dulu. Kebetulan waktu sudah menunjukkan jam 12 siang.


Setelah makan kami menuju antrian. Tidak beberapa lama nomor kami dipanggil. Kami segera naik perahu kecil itu untuk menyusuri sungai menuju lokasi Green Canyon. Kami menikmati perjalanan menyusuri sungai itu. Air sungainya berwarna hijau tosca. Di tepi sungai tumbuh pohon-pohon lebat yang menghijau. Mungkin inilah sebab mengapa tempat ini dinamakan Green Canyon. Warna air hijau pada Green Canyon ini menurut penjaga perahu disebabkan karena percampuran antara air sungai dan air laut. Pada musim hujan air sungai yang hijau ini akan menjadi berwarna coklat. Jadi upayakan kalau ke Green Canyon jangan pada waktu musim hujan.

Sekitar 30 menit akhirnya kami tiba di mulut gua. Pemandangan disini semakin indah dipandang mata. Di tepi sungai tampak dinding-dinding alami dari batu-batu stalaktit dan stalagmit. Sungai pun semakin menyempit karena terhalang batu besar. Di atas batu besar tampak petugas yang menjaga dan mengatur perahu-perahu yang memang banyak memasuki gua Green Canyon ini. Tampak aliran sungai Cijulang yang menembus gua.













Sampai di gua, perahu berhenti. Dari sini kita bisa melanjutkan perjalanan ke gua dengan berjalan atau berenang untuk masuk ke dalam. Sementara perahu yang ditumpangi menunggu di sisi batu. Di dalam gua ini terdapat air terjun kecil yang siap membasahi para pengunjungnya. Air yang berjatuhan dari atas di dalam gua ini terasa dingin dan menyegarkan. Di dalam gua ini memang ada air terjunnya yang disebut air terjun Palatar. Berada di gua ini seperti menikmati air hujan abadi yang turun terus menerus sepanjang waktu. Air terjunnya tidak terlalu deras jadi tampak seperti hujan. Kami terkagum-kagum dengan keindahan tempat ini. Suatu hal yang sukar ditemui di tempat lain. Gua ini memiliki stalagtit dan stalagmit yang sangat indah. stalagtit dan stalagmit itu terlihat dialiri tetesan air. Kami berhenti sejenak di dalam gua itu untuk menikmati keindahan alam ini.


Tampak beberapa wisatawan yang berenang. Ada juga yang naik ke batu-batu di gua ini dan terjun ke air dari atas batu setinggi 5 meter. Sayangnya kami waktu itu tidak mempersiapkan diri untuk berenang sehingga urung untuk berenang. Kami hanya berfoto-foto saja mengabadikan pemandangan indah di dalam gua ini. Setelah puas menikmati gua di Green Canyon ini akhirnya kami dengan perahu yang tadi kami tumpangi kembali lagi. Perjalanan balik tidak kalah menyenangkan dibandingkan perjalanan berangkat ke green Canyon kembali menyusuri sungai yang tadi kami lewati.

Tidak terasa perjalanan terasa lebih cepat dibanding perjalanan berangkat. Suatu perjalanan yang tidak terlupakan berwisata di Green Canyon Cijulang. Mudah-mudahan suatu saat kami bisa kembali lagi kesini.



Live streaming dari INSAN TV

Live streaming dari INSAN TV. TV ini berisi tentang ceramah agama Islam.



Streaming TV ini bisa juga ditonton di www.insantv.com.